Prospek Virgil Van Dijk Di Liverpool

 Berita Bola
BERITA89.COM Van Dijk punya segala atribut untuk jadi bek tengah top di Liverpool, tapi ia harus lebih dulu beradaptasi dengan skema Klopp.
 
 

Setelah jatuh-bangun dalam negosiasi dengan Southampton, akhirnya Liverpool mendapatkan kekasih idamannya dalam diri Virgil van Dijk walau maharnya mencapai £75 juta. Melihat hitam di atas putih, tentu pembelian ini adalah langkah sempurna bagi The Reds.

Pasukan Jurgen Klopp menghadapi masalah pertahanan kronis dan sudah kehilangan banyak poin karena miskoordinasi antarbek. Dejan Lovren sering melakukan blunder krusial, sementara Joel Matip punya masalah kebugaran. Sosok Van Dijk diharapkan bisa jadi penyelamat laskar Anfield, syukur bisa sekalian membawa pulang gelar.

Namun apakah Van Dijk layak dipuja dan dibebani dengan tanggung jawab sebesar itu? Mampukah satu pemain bertahan mengubah nasib segenap skuat di tengah gaya sepakbola ofensif?

 

Van Dijk, Penguasa Darat dan Udara

Jika ingin melihat kehebatan Van Dijk sebagai bek tengah, abaikan performanya musim ini. Bintang Belanda itu belum lama pulih dari cedera dan tampaknya sudah tidak termotivasi untuk bermain untuk The Saints. Kegagalan untuk pindah ke Anfield di musim panas jelas memengaruhi kondisi psikologisnya di St. Mary’s Stadium.

Musim 2015/16 dan 2016/17 adalah waktu yang tepat untuk mengamati kualitas eks bek Celtic tersebut. Di bawah asuhan dua manajer, yakni Ronald Koeman dan Claude Puel, sang bek tengah selalu menjadi pilihan utama untuk mengomando lini belakang Soton selama kondisinya fit.

Total 34 penampilan dicatatkan dan setiap laga ia lakoni selama 90 menit di musim perdananya sejak datang dari Celtic. Tak hanya itu, catatan statistiknya dalam bertahan juga mengagumkan. Van Dijk sukses memenangkan duel lebih banyak (327) ketimbang bek-bek lain yang bertarung di Liga Primer Inggris. Rasio kemenangan duelnya kala menghadapi serangan lawan mencapai angka 65 persen, unggul 44 kali dari 76 percobaan tekel serta 158 dari total 216 duel udara.

GFX Virgil van Dijk

Untuk musim lalu, cedera engkel yang dialami sejak Januari membatasi penampilan Van Dijk. Pemain berusia 26 tahun itu cuma melakoni 21 penampilan. Meskipun begitu, kualitasnya tidak menurun dan ia mampu memenangkan 67 persen duel yang dihadapi. Bekas pemain Groningen itu membukukan total 55 intersepsi, 139 sapuan dan 14 halauan.

Atribut lain yang menarik perhatian Jurgen Klopp untuk memboyongnya adalah persentase akurasi umpan. Dua musim memperkuat Soton, persentase akurasi umpan Van Dijk selalu mencapai lebih dari 80 persen. Jika musim lalu 83 persen, maka musim ini meningkat satu persen namun dengan catatan lebih sedikit menit bermain.

Dengan kemampuannya memainkan peran sebagai ball-playing defender dan menjadi jenderal barisan pertahanan dengan sama baiknya, maka tak mengherankan jika Van Dijk merupakan tipe bek yang ideal untuk taktik sepakbola modern. Lebih dari atribut teknik tersebut, Van Dijk dikenal sebagai sosok bek tengah yang mampu mengomandi lini belakang secara disiplin.

Sempurna untuk Liverpool?

Kelemahan yang ia tunjukkan musim ini adalah minim konsentrasi. Hal tersebut memang bisa dimaklumi jika mempertimbangkan situasi psikologis Van Dijk yang tak lagi termotivasi. Namun misfokus yang berulang bisa menjadikan bek tengah itu Dejan Lovren kedua. Bintang 26 tahun itu harus mengembalikan semangat juang dan konsentrasinya.

Walau begitu, secara keseluruhan transfer Van Dijk adalah pembelian sempurna untuk Liverpool. The Reds butuh komandan lini belakang dan ahli duel udara. Betapa tidak, laskar Anfield sangat lemah saat menghadapi bola mati – masalah mereka sejak tiga musim lalu – dan sering terjadi miskoordinasi saat menghadapi serangan balik.

Virgil Van Dijk Jurgen Klopp Liverpool

Virgil Van Dijk Liverpool

Sosok Van Dijk sebagai komandan lini belakang tentu diharapkan mampu menambal lubang besar tersebut. Kloppo sudah kehilangan banyak poin karena lengah di menit-menit akhir dan sebagai klub yang menghuni empat besar, Liverpool menjadi tim yang kebobolan paling banyak dan menembus 25. Manchester City cuma kebobolan 13 kali, sementara Manchester United dan Chelsea 16 kali.

Dengan kata lain, Van Dijk yang berada pada puncak performanya bisa menjadi pembelian sempurna untuk Liverpool. Perkara lini belakang bisa terselesaikan dan sang pemain sendiri merasa nyaman di tengah atmosfer klub. Bintang Belanda itu bahkan mengakui Liverpool sebagai kota dan klub yang sempurna untuknya.

“Saya bahagia bisa berada di sini dan saya tidak sabar untuk langsung memulainya,” kata pemain internasional Belanda itu di laman resmi Liverpool. “Reputasi klub, kultur, para pemain, manajer, dan fans telah membuat Liverpool menjadi klub yang spesial. Liverpool menjadi klub yang sempurna untuk saya dan juga untuk keluarga saya.”

Butuh Kesabaran

Sesempurna apa pun seorang pemain, tetapi dibutuhkan waktu untuk beradaptasi. Deretan pemain kelas dunia yang pernah dimiliki oleh Liverpool membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme Liverpool. Luis Suarez baru menjadi pemain kelas dunia setelah beberap amusim, hal yang sama juga terjadi pada Xabi Alonso, Javier Mascherano, dan Sami Hyypia.

Luis Suarez Philippe Coutinho Liverpool

Suarez dan Coutinho pun butuh waktu untuk adaptasi.

Van Dijk memang punya kemampuan untuk langsung jadi pemain kunci di Liverpool – debutnya bahkan bisa terwujud dalam laga kontra Everton di Piala FA besok Sabtu (6/1) dini hari WIB – tapi tentu ia takkan langsung jadi pemain kelas dunia.

Penampilan bintang Belanda itu di Southampton sedikit naik-turun musim ini. Terlepas dari cedera dan penyesuaian psikologis, tentu penampilan majal bisa diprediksi. Apalagi pindah ke klub sebesar Liverpool dengan gaya main dinamis ala Jurgen Klopp, semua pemain butuh waktu untuk mencair dengan skema.

Van Dijk juga bukan tipe pemain yang bisa menghasilkan sihir dalam sekejap. Pengaruhnya sebagai komandan lini belakang sekiranya butuh beberapa bulan untuk menyatu dengan klub. Mengharapkan performa sekelas Paolo Maldini dalam semalem tentu tidak masuk akal, tetapi transfer Van Dijk bakal lebih terasa dampaknya sebagai investasi jangka panjang.

 

Author: 

Related Posts

Comments are closed.