Bagimana Cara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Tata 1000 PKL di Kota Tua?

 Peristiwa

BERITA89.COM– Seperti yang terlihat keseharian, Kota Tua di Jakarta Barat terlihat semrawut. Trotoar dan jalanan diokupasi oleh pedagang kaki lima (PKL) dan parahnya bukan dua atau tiga grobak lagi, tapi sudah ratusan hingga mencapai angka 1.000 PKL.

Dibiarkannya hal ini secara berlarut-larut membuat setiap sudut kawasan Kota Tua diduduki oleh para PKL. Seperti di Jalan Lada yang mempunyai tujuh jalur yang terlihat tiga jalur diokupasi PKL dan trotoar kiri kanan juga sama sesaknya oleh gerobak.

 

Akibatnya pun pejalan kaki ynag tumpah ke jalan karema tak mempunyai area akhirnya menghambat laju kendaraan. Sejumlah warga pun bicara dan mulai mempertanyaakan tindakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menata Kota Tua.

Pemandangan penuh sesak menjadi hal yang tak mengenakan, kemancetan lalu lintas pun juga berimbas kepada perjalanan bus TrasnJakarta yang notabennya menjadi sarana trnsportasi untuk mengatasi kemancetan. Terlihat pada hari libur tahun baru kemarin, dampak sangat dirasakan oleh trnsportasi bus karena akses ke halte harus dibatasi sebab bus harus bergantian.

Anies Baswedan

Dengan kondisi tersebut muncul pernyataan jika seharusnya pedagang ditertibkan. Hal itu karena mereka sangat mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas orang dan kendaraan. Tak hanya pejalan kaki dan pengendra, sesama pedagang pun juga kesal dengan gegiatan liar tersebut. Hal itu karena pedagang yang kontrak ruko atau membayar uang sewa akan kehilangan pelanggan karena para pelanggan akan lebih memilih membeli di pedagang liar.

Terkait keluhan ini pun ternyata juga smapai ditelingan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Menurut Sandi pedekatan yang ia lakukan terhadap PKL merupakan upaya penataan, bukan penertiban. Dia dan juga Anies meminta waktu guna memikirkan untuk penataan ini.

‘Kami berharap agar teman-teman memberikan waktu kepada kami. Itu karena diluar sana yang kami tata lebih dari 1.000 dan disini hanya 456. Coba kami pikirkan solusinya lebih dulu’ ujar Sandiaga Uno mengunjungi Lokbin Kota Intan pada Minggu 31 Desember 2017.

Dia mengaku akan menatak Kota Tua setelah dirinya dan Anies baswedan meluncurkan konsep penatan Tanah Abang. Namun Sandi tak mengatakan apakah penataan Kota Tua akan sama seperti di Tanah Abang yakni memperbolehkan PKL berdagang.

Sandi sendiri memberikan isyarat akan melakukan pendataan seperti di Tanah Abang. Terkait hal ini Kepal Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Novriandi S Husodo mengatakan jika penutupan jalan mungkin saja terjadi dan dia menyarankan agar PKL ditampung di lokasi binaan seperti Lobin Kota Intan.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.